jump to navigation

October 25, 2012

Posted by wiwiadiwibowo in Uncategorized.
add a comment

wiwiadiwibowo:

waw’s land

Originally posted on TMC-MotoNews:

Bro Sekalian, awalnya tmcblog sangsi melihat penempatan Aku Beat FI di bawah dek yang artinya merupakan salah satu tempat dengan jarak yang cukup dekat dengan tanah dari motor skutik. Aki ini adalah alat listrik yang salah satu musuhnya adalah air. Lihat dari Blog waw’s land sepertinya Honda mencoba mencawab keraguan ini dengan mencemplungkan skutik entry level injeksi ini ke dalam Air berketinggian 30 cm dan dinyalakan mesinnya . ..

View original 81 more words

June 29, 2012

Posted by wiwiadiwibowo in Uncategorized.
add a comment

wiwiadiwibowo:

curhat para istri biker… sebaiknya gimana yah?

Originally posted on ridertua - Motorcycle Blog:

Maaf buat bro Rio yang sudah email akhir Mei lalu dan baru terbaca hari ini..isinya setelah RT baca sangat menyentuh sekali..yaitu sebuah link tentang curhat istri biker… memang keluarga adalah bagian dari hidup kita bahkan niatan kita untuk membentuk sebuah keluarga adalah membangun sebuah ‘kebersamaan’ dengan wanita pilihan kita bagi pria…..segala sesuatu sudah diniatkan..toh kalau kita punya hoby..seharusnya bisa terbagi diantara keduanya dengan harmonis..ada kalanya buat keluarga dan ada waktunya buat hoby kita..berjalan serasi seiring sejalan…

View original 948 more words

Dampak Positif Kebijakan Baru DP dari BI dan KemenKeu June 29, 2012

Posted by wiwiadiwibowo in Marketing, MOBIL, MOTOR, Tips Trik.
2 comments
Belum genap sebulan sejak diberlakukannya pencanangan regulasi DP bari untuk Kredit Kepemilikan Kendaraan roda 2, roda 4, ataupun rumah, namun sepertinya memang belum banyak yang mengerti atau memahami secara penuh. Orang yang berkecimpung langsung didalamnya saja belum tentu ngerti apalagi sebagai orang awam, yo blas… Berbagai pihak tentu saja merasakan dampak dari kebijakan tersebut. Baik dari Leasing, perusahaan property, Dealer dan juga calon konsumen itu sendiri. Dampak yang ditimbulkan akan terasa pahit, namun bisa juga akan memberikan rasa yang manis tergantung dari sudut kasus yang mana. Setelah saya sedikit urikan tentang dampak negative yang ditimbulkan regulasi DP dari Bank Indonesia (BI) dan KemenKeu, kali ini saya coba akan sebutkan juga tentu saja untuk dampak positifnya.
 
Coba kita bedah dulu dari si pembuat kebijakan. BI dan Kemenkeu sebagai instansi pemerintah yang bertanggungjawab mengatur perekonomian Bangsa ini tentu berharap akan adanya ekonomi yang lebih sejahtera lagi dari sebelumnya. Jika kebijakan berjalan dengan sebagaimana mestinya, pasti perekonomian Indonesia akan semakin oye dah pokoknya. Lha wong para pakar ekonom kok yang ada dibalik ini semua.
 
Kemudian dari pihak Leasing (perusahaan pembiayaan). Walaupun akan terjadi penurunan booking yang signifikan, namun ini disinyalir akan terjadi pada bulan2 awal saja. Setidaknya selama 5 bulan pertama kebijakan berjalan. Setelah itu booking diperkirakan akan kembali naik. Pasalnya, calon konsumen dengan kemampuan DP rendah, terbiasa dengan angsuran 500 ribuan per bulan. Dengan asumsi uang angsuran tersebut ditabung untuk pembayaran DP, seharusnya 5 atau 6 bulan selanjutnya sudah dapat memboyong motor baru (seharga dibawah 15 jutaan). Lain daripada itu sudah dapat dipastikan kemacetan kredit yang selama ini menjadi momok utama akan dapat diredam. Hal tersebut juga akan berlaku untuk perusahaan property.
 
Pihak dealer dan juga ATPM pun dapat memetik dampak positif dari penerapan kebijakan perekonomian tersebut. Ramalan akan turunnya penjualan sudah pasti akan diantisipasi dengan berbagai cara. Penurunan penjualan dikabarkan akan mencapai angka 50%. Tentu saja ini menjadi masalah yang serius. Namun dengan ramalan itu pasti Dealer dan ATPM dituntut untuk semakin survive. Nah, disinilah letak positifnya. Semua pegawai dari kroco mumet hingga pemegang tampuk utama ditunutt pula untuk meningkatkan etos kerjanya. Nek kerjaan semakin nglokro yo ngalamat kon bali ndeso…
Lha terus apa yang hikmah yang dapat dipetik oleh masyarakat sebagai calon pembeli? Tenang semua hal pasti ada hikmahnya. Pertama, tentu saja calon pembeli kredit dengan DP kecil secara tidak sengaja diajarkan budaya menabung. Kedua motor baru akan menjadi barang yang istimewa. Logikanya barang yang didapat dengan uang yang tidak sedikit akan mempunya prestige yang tinggi. Nah disini image motor baru akan terangkat. Motor tidak akan mudah didapatkan lagi. Motor bukan barang murah lagi. Kalo dulu dengan duit setengah juta bisa nunggang motor anyar, sekarang jangan harap bung… kemudian yang ketiga tentu konsumen yang telah membeli motor dengan kredit kebijakan DP baru ini akan lebih menghargai motornya. Lha wong belinya mahal kok. Mesti mereka akan merawat denagn sepenuh hati dan tidak akan sembarangan memperlakukan motornya. Terus yang semakin penting lagi para alay jalanan dipastikan akan berkurang (kecuali para alay ndableg bin semprul). Dan yang semakin membuat kita bernafas lega adalah kemacetan di jalan raya akan “sedikit” terurai.
 
Well, semua memang ada hikmahnya. Semoga berguna…
Regrds,
Waw
Ilustrasi Gambar : google
Link Terkait : 

Pencabutan Gigi Gerahamku June 20, 2012

Posted by wiwiadiwibowo in Huni, Kesehatan, Lampung, Tips Trik.
2 comments

 
Well, dua huruf didepan yang kemarensaya pake sekarang sudah tanggal kembali. Yup saya sudah merasakan cukup baik saat ini. Setelah kemaren sempat mengalami hal yang membuat persepsi kepada puskesmas dan RSUD semakin negative, sekarang saya sudah agak lega karena tujuan utama saya yakni mencabut gigi geraham saya sudah terlaksana. Dan sesuai rencana sebelumnya, eksekusi pada si molar 1 berjalan dengan mulus di klinik Dokter Netty. Nah berikut ulasan pengalaman pertama saya mencabut gigi geraham. 

 
Muka Jiper sebelum masuk klinik
Sebenarnya saya sungguh sudah siap lahir dan batin untuk mencabut gigi yang sudah berkali2 membuat susah tidur itu. Menjelang hari h perencanaan pencabutan gigi, saya iseng mencari artikel tentang pengalaman orang mencabut gigi (maklum kan baru pertama kali akan mengalami). Namun bukannya semakin menjadikan saya semakin tegar dan yakin untuk terus maju, saya malah tambah jiper setelah membaca beberapa artikel. Tapi apapun yang terjadi saya akan tetap maju terus pantang mundur.
Berusaha menenangkan diri
Sore menjelang petang berangkatlah saya ditemani my huni untuk pergi ke klinik doktyer Netty. Namun sebelum ke TKP, berhubung my huni lagi berbahagi dengan perayaan hari lahirnya, ia pun mengajak makan malam di salah satu rumah makan tersohor di Bandar Lampung. Rumah Makan Kayu yang terletak di Jl. Arif Rahman Hakim tersebut juga merupakan tempat makan malam sewaktu saya merayakan hari jadi. Mengenai Rumah kayu bisa kita ceritakan pada artikel lain. Puas makan sampai perut teras penuh, kami pun langsung mengarahkan distro ke daerah teluk betung tempat dokter Netty membeuka praktek klinik poli gigi.
Relax meski duduk di jok panas
Jantung masih ‘sedikit’ berdegup seakan menyambut pengalaman pertama ini. Antri satu pasien, langsung dapat giliran. Wew ternyata bu dokter masih inget dengan kita (baca saya dan my huni; karena saya meminta my huni untuk ikut masuk member spirit moril.. hehe). Bu dokterpun kemudian mempersialken saya duduk di jok panasss.
dokter sedang periksa gigi
“Gimana masih sakit giginya?” tanya dokter dengan suara renyah.
Saya pun langsungmenjawab “Sudah ga sakit dok.”
“Gimana, sudah siap mau dicabut?” tanya dokter seraya mempersiapkan senjata.
“Kalo memang sudah takdirnyawaktunya, saya siap dok.” Jawab saya.
“Sakit ga?” tanya dokter sambil mengetok berkalio2 oknum gigi saya yang mau dicabut.
“Ada rasa tapi ga sakit dok.” Jawab saya dengan kesulitan karena mulut yang masih nganga.
“Yaudah cabut sekarang saja ya? Kalo ditunda2 ntar malah sakit lagi..” cerocos dokter namun masih dengan suara yang enak di telinga.
“Oke dok saya siap”… 
pasrah dengan apa yang diakukan dokter
Sang dokter itu pun mempersiapkan obat suntik intuk membius area gigi yang mau dicabut nantinya. Suntikannya berbeda dengan suntikan pada umumnya. Bentuknya agak gede sperti ada logam gitu, jarumnya kuecil namun tidak lurus dengan gagang suntikan. Setelah mangap lagi cus.. cus.. cus.. (sekitar 3-5 kali) pada gusi, saya disuruh kumur. Dan sisa obat suntuk yang menetes atau muncrat ke mulut rasanya sungguh amat sangat pahit sekali. Hampir muntah karenanya.
congkel, korek, bahkan ketok gigi adalah rutinitas dokter gigi
Sekejap setelah itu dokter mengetok si Molar 1 kembali seraya bertanya sakit atau tidak. Mendengar jawaban saya tidak sakit, Bu dokter mengambil alat yang menyerupai tang. Wuih… ngeri mengingat tang yang digunakan para mekanik untuk mencongkel/menarik baut yang membandel. 
“Asisten, tolong pegangin!” kata dokter kepada asistennya. Dan sang asisten pun memegang rahang bagian bawah saya. Dan sekejap saja krek… dokter menunjukkan hasil tambangnya tepat di muka saya. Yup si molar 1 yang jasanya tiada tara itu pun lepas dari singgasananya. Kumur, sumpal kapas, dan selesai. Prosesi yang menegangkan itu pun berakhir dengan sukses. Saya rasa ga ada 15 menit durasi yang dibutuhkan. Yang jelas cukup lega sudah mencabut gigi yang kalo kumat membuat pusing kepala itu. Daan my huni ternyata sibuk mengabadikan momen2 menegangkan tersebut.
Gigi geraham yang masih hangat nangkring bersama tools dokter gigi
Kalo ditanya sakit tidak sih cabut gigi itu? Oke saya jawab per tahap ya…
  • ·         Saat penantian menjelang prosesi, lumayan sakit hati dan jantung (psikologis)
  • ·         Saat di suntik bius pra pencabutan, relative tidak sakit (lebih sakit suntikan bokong)
  • ·         Saat pas di cabut, Tidak sakit (menurut saya lebih sakit saat disuntiknya).
  • ·         Pasca pencabutan, tidak sakit sampai keesokan harinya.
si molar 1 sukses terangkat dari sarangnya
Yah, sempet nyesel juga sih kenapa sampai mengalami pencabutan gigi, padahal untuk kebersihan gigi saya paling tidak sikatan 2 kali sehari. Tapi sepertinya penyebab geraham saya bolong adalah semenjak remaja saya suka mengkorek2 sela gigi dengan alat apapun yang saya jumpai disaat ada sisa makanan hinggap disana. Karena aktivitas tersebut sering saya lakukan, saat kuliah saya merasakan gigi tersebut berlubang. Kini molar 1 bagian kiri atas saya sudah tiada. Molar 1 kanan atas saya juga berpotensi berlubang. Namun syukur kata dokter masih bias ditambal. Jadi bagi kalian semua, lebih baik menjaga apa yang sudah kita punya. Rutin periksa gigi walaupun tidak ada keluhan adalah salah satu cara untuk mencegah terjadinya hal2 yang tidak diinginkan pada gigi kita di kemudian hari.
Peristiwa bersejarah tersebut yang telah diabadikan menjadi sebuah video oleh my huni
Diatas merupakan video sampai dengan proses penyuntikan sebelum dicabut
Dan satu lagi video diatas merupakan proses pencabutan gigi geraham


Semoga berguna,
Regard,
Waw
Link terkait : 
Jangan sungkan untuk meninggalkan ketikan di kolom komentar ya gan…

Pengalaman mengecewakan periksa di poli gigi Puskesmas dan RSUD June 19, 2012

Posted by wiwiadiwibowo in Huni, Kebudayaan, Kesehatan, Lampung, Tips Trik.
2 comments
Unwell… mohon maaf jika Kata yang biasa dipakai untuk membuka sebuah artikel saya tambah dua huruf untuk membalik arti. Namun memang itulah yang paling cocok mewakili perasaan saya. I am going to bad mood setelah datang ke 2 tempat palayanan kesehatan di kota Bandar Lampung. Maksud hati ingin menaggalkan dengan paksa salah satu gigi molar 3 saya ke poli gigi namun yang saya dapat hanya sebuntal kekecewawan. Pertama adalah saat masuk ke Puskesmas di kecamatan Pahoman Bandar Lampung yang terkenal dengan nama Puskesmas Satelit. Kemudian yang kedua adalah setelah datang ke Rumah sakit pemerintah terbesar seprovinsi lampung RSUD Abdul Muluk.

Jok Panas di poli gigi
Setelah 2 minggu yang lalu memeriksakan gigi yang membuat badan hingga meriang ke salah satu klinik di daerah Teluk Betung, saya berencana untuk mencabutnya ke puskesmas. Berharap untuk tidak mengeluarkan biaya yang selangit, karena di dokter Neti yang buka klinik di daerah Teluk tadi membuka tarif yang lumayan tinggi yakni 200ribu rupiah. Setelah googling dan tanya kolega, saya memutuskan untuk mencabut gigi di puskesmas dengan pertimbangan biaya yang sangat murah dibanding klinik dokter gigi. Tarif dibawah 50ribu rupiah sangat sukses membuat saya untuk memutuskan ke Puskesmas Satelit di Pahoman.

Puskesmas Stelit di dekat stadion pahoman Bandar Lampung
Setelah bangun pagi, sms atasan di kantor untuk minta ijin, saya bersiap jiwa dan raga untuk mencabut gigi di puskesmas yang katanya paling bagus pelayanannya itu. Sarapan yang banyak ntuk persiapan puasa setelah tanggalnya gigi, dan langsung memarkirkan kendaraan di depan puskesmas. Wew rame juga puskesmas ini. Antrilah saya di loket. Ups… kok semua calon pasian yang mendaftar membawa selembar fotokopian kecil. dan setelah saya amati kertas tersebut adalah fotokopi jamkesmas/jamkesda. Sontak terpikir, apakah secarik kertas tersebut merupakan syarat mutlak pendaftaran pasien? Tanyalah saya ke petugas loket untuk membuang rasa penasaran.
“Bu, saya mau daftar ke poli gigi!” tanya saya.
“Mana kartu jamkesnya dek?” tanya ibu itu balik.
“Wah saya belum punya bu..” jawab saya was-was.
“Waduh tidak bisa dek…” kata ibunya
“Kalau mau daftar tanpa jamkes gimana bu?” tanya saya tanpa menyerah
“Tetep gabisa dek, semua disini pake kartu jamkes…” Jawab ibunya yang sudah agak gerah
“Lha terus saya mau periksa bagaimana dong bu?” Tanya saya penuh harap
“Kamu buat kartu dulu baru daftar disini!” jawab ibu itu sudah agak emosi
WTF… batin saya sambil meninggalkan loket tanpa pamit.

Tak terima dengan “pelayanan” puskesmas yang seperti itu, saya mencoba mencari petugas puskesmas yang lain dengan ditemani my huni yang memang telah meluangkan waktu untuk memberi dukungan moral kepada saya. Pikir kita waktu itu “mau periksa kesehatan di puskesmas kok susah amat yak?” tidak ada kebijaksanaan at all. Setelah ketemu petugas puskesmas, kamipun langsung menanyakan perihal pendaftaran dengan kartu jamkes tadi. Si ibu itu pun mengiyakan kalo memang pendaftaran di seluruh puskesmas di Bandar lampung harus pake kartu jamkes semua tidak tebang pilih itu laki, perempuan, anak, dewasa, miskin ataupun kaya. Yasudahlaaaaaaaaagh… capcus aja langsung dengan segenggam kekecewaan yang luar biasa. Lalu kamipun terfikir untuk mencoba pergi ke Rumah sakit umum daerah. Yakni Abdul Muluk di derah kedaton.
RSUD Abdul Muluk
Hufh… cukup memberikan sedikit kelegaan setelah sampai di RSUD Abdul Muluk. Pasalnya, disana melayani pendaftaran pasien tanpa kartu jamkes. Setelah membayar uang pendaftaran sebesar 5ribu rupiah, sayapun langsung ke poli gigi yang ada di lantai 2. Weits, berkas pendaftaran diatuh di meja admin langsung dipanggil tanpa antri. Dokter mempersilahkan saya duduk di jok panas tempat periksa gigi. Setelah menanyakan keluhan saya dengan muka datar, saya pun berujar kepada dokter bahwa hajat saya kesitu mau cabut gigi. Ketuk2 sedikit pada si molar 1 kemudian dokter bertanya “sakit ga?”Sayapun berkata tidak, karena memang begitulah adanya. Kemudian colok2 sedikit, bu dokter itupun menanyakan hal yang sama. saya pun memjawab ada sedikit ngilu tapi tidak sakit. Dan dokter itu berkata kalo mau dicopot harus tidak ada rasa sakit sama sekali pada giginya lagi2 dengan muka yang datar. Tapi ini sudah tidak sakit dok! kata saya. “Lha kalo mau dicopot sekarang ya terserah, tapi saya tidak bertanggung jawab kalo tidak berhasil nanti” kata dokter dengan wajah yang tambah lebih datar dari sebelumnya. Yasudahlaaaaaaaaaaagh… Pikir saya. Kalo pun dicopot sekarang sepertinya saya juga kurang berselera dengan bu dokter itu. Musyawarah kecil dengan my huni sebentar, lalu diputuskanlah untuk minta surat ijin sakit dan berencana untuk ke Dokter Nety di Teluk yang pertama kali memeriksa gigi saya. Toh beliau lebih santun daripada  bu dokter RSUD tadi. Oiya di RSUD tadi pun sempet dipungut biaya 15 ribu untuk biaya konsultasi dokter. Sempet tanya juga biaya untuk cabut gigi di RSUD, dan dokter membanderol harga yang tidak jauh dari klinik paktek di dokter gigi yakni 150an ribu rupiah.


Oke… Saya mungkin mendapat pelajaran dari pengalaman saya diatas. Pertama, jangan sekalipun pergi ke puskesmas di daerah Bandar Lampung tanpa kartu jamkesmas/jamkesda. Kedua, Kalo mau periksa gigi atau cabut gigi, memnding ke klinik praktek aja daripada ke RS dengan tanpa kartu Jamkes. Toh biaya tidak jauh beda namun dengan pelayanan yang jauh lebih oke. Saat ini saya sedang menanti waktu sore menjelang malam untuk mengeksekusi si molar 1 di Dokter Nety. Doain ya… Oiya BTW my huni lagi ulang tahun juga hari ini. Selamat ulang tahun ya hun…
Semoga bergguna…

Regards,

waw

Ilustrasi gambar : google

Link Terkait :
Akhirnya Geraham Molar 1 ku dicabut juga

yuk berbagi pengalaman di kolom komentar…

Pantai Mutun dan Pulau Tangkil yang masih menyimpan sejuta pesona June 18, 2012

Posted by wiwiadiwibowo in Backpacker, HOBBIES, Huni, Journeys, Kebudayaan, Lampung, MOBIL, MOTOR, Tips Trik, Travel.
2 comments

Hahai… Saya akan sedikit berbagi pengalaman our vacation bersama my huni di salah satu pantai di penghujung pulau sumatera tepatnya di kota Bandar Lampung. Yup ternyata di kota tersebut terdapat sebuah lokasi wisata andalan berbasis alam air yang biasa kita sebut pantai. Namanya pantai Mutun. Pantai ini cukup tersohor seantero kota. Walaupun demikian masih banyak orang luar kota apalagi luar pulau sumatera yang masih awam dengan nama tersebut. Cukup memberikan keceriaan di tengah kepenatan pekerjaan kantor yang lumayan bikin pening kepala. Ditambah lagi sudah saking lama tidak bersua dengan deburan ombak dan sejuknya angin pantai. Saya akan sedikit bercerita pengalaman saya mengunjungi salah satu objek wisata sudut di kota yang terletak di paling ujung bawah pulau sumatera ini. Tentang bagaimana menuju sana, ada apa aja disana, dan segala sesuatu tentang Mutun.

Jalanan berkelok menuju Pantai Mutun
Tikungan masuk ke lokasi
Seperti yang saya katakan diatas, bahwa pantai Mutun terletak di suatu bagian dari kota Bandar Lampung. Tepatnya di Kec. Punduh Pedada Kab. Pesawaran (Walaupun terletak di Kab Pesawaran namun Pantai ini terkenal berada di Bandar Lampung). Perjalana menuju kesana cukup mudah kalau kita start dari pusat kota Bandar Lampung. Cari jalan menuju Lempasing (tanya penduduk kalo masih buta daerah Bandar Lampung). Perjalanan tidak akan merenggut waktu anda lebih dari 30 menit jika jalanan tidak macet. Jalan yang berkelok2 memberi nuansa tersendiri untuk mencapai sana. Pelankan laju kendaraan Anda jika sudah melewati tempat pelelangan ikan di Lempasing, karena tidak jauh lagi tikungan yang agak terjal menyambut Anda untuk berbelok ke arah kiri. Sesaat setelah belok Anda langsung berjumpa tempat tambak yang tidak terlalu luas, namun itu bisa menjadi patokan kalau Anda tidak tersesat. Kemudian silahkan menyusuri jalan pedesaan yang dipenuhi tanah tandus di samping kanan kiri. Tidak sampai 10 menit dari sana Anda akan menemukan tempat yang Anda cari2 yakni Pantai Mutun.
Jalan menuju Pantai
Kanan kiri dihiasi pemandangan seperti ini


Pintu tiketing
Jangan khawatir dengan harga karcis yang ditawarkan, karena sangat terjangkau. Satu motor kita hanya dipungut biaya Rp. 10.000,- demikian juga untukmobil yang masuk. Namun jika kita masuk ke lokasi tanpa kendaraan, kita diwajibkan mengeluarkan uang Rp. 5.000,- per kepala. Dengan duit segitu kita bisa menikmati pantai sepuas kita.
Parkir mobil saat liburan
cotage yang disewakan
Dan ternyata, saat hari libur, banyak juga pengunjung yang memilih mengajak keluarga tercinta untuk mengunjungi pantai ini. Di sekitar pantai banyak disediakan cotage2 untuk sekedar duduk2 atau menikmati bekal makanan dari rumah. Eits… cotage tersebut tidaklah cuma-cuma, kita dipungut pajak atas pemakaian cotage sebesar Rp. 50.000,- (WAW… sungguh harga yang tidak manusiawi).
Ini dia Pantai Mutun
Bersiap menuju Pulau Tangkil
Sampai di lokasi pantai kita langsung disambut gulungan air asin yang tidak terlalu besar (karena ini memang bukan pantai samedera namun  malah berhubungan langsung dengan selat sunda). Namun yang menjadi pemandangan yang agak berbeda dengan pantai pada umumnya yakni banyaknya perahu yanga dapat disewa disana. Yap, perahu taksi istilahnya disini. Kita bisa menyewa untuk bersedikit atau berbanyak orang sesuai kehendak kita asalkan memberi imbalan rupiah kepada penarik taksi tentunya. Tarifnya tidak terlalu mahal kok, masih dibawah angka psikologis 50 ribu tergantung keluwesan bibir untuk menego. Banderol segitu bukan hanya diantar saja, namun sekalian untuk dijemput. Lah ngomong2 tu taksi pada mau nganter kemana? Diujung sana ternyata ada pulau kecil yang dinamakan Pulau Tangkil. Salah satu pulau kecil yang menyimpan pesona. Jaraknya hanya sekitar 10 menit perjalanan menggunakan “taksi” perahu.
Pulau Tangkil terlihat dari perahu
Pantai Mutun terlihat dari perahu

Kapal2 Besar di pelabuhan Panjang yeng terlihat

Salah satu sudut Pulau Tangkil

Perairan dermaga Pulau Tangkil
Sayapun tak menyiakan waktu untuk membuktikan pesona Pulau Tangkil. Dengan menyewa “taksi” Rp. 40.000,- yang hanya untuk 2 orang (andaikan bawa banyak orang). Benar saja setelah tidak sampai 10 menit, perahu taksi yang kita sewa pun sandar di pulau tersebut. Dan 1’st impression… Biasa Aja Tuh… Namun lumayan lah untuk menghapus lara karena jarang piknik. Pasir putih yang ‘cukup’ bersih terhampar didepan mata. Tak sabar rasanya untuk menyeburkan diri ke laut… Dan tanpa menanggalkan pakaian langsung dah nyemplung mak plung… Shocked banget setelah melihat di dasar air… Sampah bertebaran disekitar kaki berpijak. Tapi apa boleh buat. sudah kepalang tanggung. langsung saja berenang dengan penuh semangat.
Pulau tangkil dengan pasir putihnya


Sayang pantainya “agak kotor”


Kotor banget ya?


FLOATING

Ada bagian yang bersih juga kok
Andaikan semua bagian pantai seperti ini
Puas berenang-renang, saatnya makan… Karena memang berncana piknik kamipun tak lupa untuk membawa bekal alakadarnya (masakan huni). Dan sungguh nikmat makan saat cape, laper, apalagi sambil melihat air yang terus berlari terbawa arus angin. Sudah pasti kita lesehan diatas pasir daripada kehilangan uang Rp. 50.000,- untuk cotage yang tak segitu oke itu (di Pulau Tangkil juga disediakan cotage dengan tarif yang sama dan rupa yang tidak jauh beda). Setelah menikmati makan siang yang tiada tara, tak lupa acara wajib yakni muter2 sambil poto2. Disela2 ritual jalan2 dan pengambilan gambar, kami dikagetkan dengan banyaknya sampah di area pantai. Wuh… parahnya sampah tersebut adalah sampah yang paling sulit terurai alam yakni sampah plastik. Sempet ngelus dada juga melihat pemandangan memilukan itu. Oiya karena mungkin obyek wisata ini bukan milik pemerintah daerah melainkan menjadi kepemilikan orang mungkin menjadikan Pantai Mutun dan Pulau Tangkil “agak” tidak terurus dengan semestinya.
Abadikan momem dulu
Buat bukti otentik kalo pernh ke sini
Wow Sampah Plastik…
Sampah lagi mas bro…
Dan Lagi…
Cotage Rp. 50.000,-
Tak terasa waktu cepat berlalu. Tiba saatnya waktu kesepakatan dengan bapak “taksi” untuk menjemput kami. Dan memang bapaknya sudah stanby menunggu kami yang masih merengek untuk satu atau dua jepretan lagi.
Bapak “taksi” sudah menjemput
Tiba di Pantai Mutun kembali. dan kami pun tersentak dengan hiruk pikuk para pelancong yang mengumbar keceriaan bersama teman dan keluarga. Ada yang kumpul2 sambil makan bekal yang sudah diboyong dari rumah, ada yang berteriak2 karena di tarik speedboad (yup disana juga ada banana boat dan jetsky). Sungguh ikut senang juga melihat keceriaan mereka. Kalo kalian tidak mau pulang dengan tangan kosong, ada “toko” yang menjajakan cindera mata kok.
Persewaan Ban
Ada yang main banana boat
Piknik keluarga apa arisan yah?
another cotage
Wah ada Spot buat anak2
Jual aneka cinderamata
Mau ikut main?
Aseek…
Hufh… Piknik yang lumayan mengesankan. Setidaknya segala penat dan suntuk hilang seketika. Objek wisata yang sebenarnya punya potensi tinggi jika dikelola dan dijaga dengan sepenuh hati. Yup Pantai Mutun dan Pulau Tangkil yang masih menyimpan sejuta pesona.

Regards,

waw
Link Terkait :
Berikut cerita versi my huni

Tahapan Pembuatan SIM (SIM Wujud Kompetensi Pengendara Bermotor) June 15, 2012

Posted by wiwiadiwibowo in Indonesia, Kebudayaan, MOBIL, MOTOR, Tips Trik.
4 comments
Surat Ijin Mengemudi (SIM) diterbitkan untuk tujaun yang mulia yakni menjaga ketertiban di jalan saat menggunakan kendaraan bermotor. Seseorang yang telah memiliki SIM dianggap mampu berkendara dengan baik dan dapat menjaga ketertiban di jalan saat berkendara. Namun sampai saat ini tidaklah demikian adanya. Kepemilikan SIM tidak menjamin kompetensi mereka untuk dapat tertib berlalulintas. Prosedur pembuatan SIM seolah hanya ketentuan tertulis saja, dan tiap tahap dapat diterobos asal ada lembaran nominal. Akhirnya yang terjadi seperti sekarang ini, kondisi jalan semakin semrawut karena volume kendaraan yang didukung penuh oleh pengendara kendaraan yang sebenarnya tidak mempuyai kompetensi dalam berkendara (baca tidak ngerti aturan berlalulintas). Kalo semua tahapan dan prosedur pembuatan SIM dilaksanakan dengan benar, maka kita bisa optimis kekisruhan jalan raya akan dapat tereduksi dengan signifikan. Nah berikut coba saya utarakan tahapan untuk pembuatan SIM dari awal hingga akhir. Silakah dinikmati bagi yang ingin membuat SIM.

Syarat yang harus dipersiapkan tentunya niat, mental dan semangat. Nah yang perlu dipersiapkan juga untuk syarat administrasinyaadalah KTP doang, dan tentunya bawa duit biat pendaftaran. Kalo udah dandan rapi (biar PD syukur2 dapet jodoh kan lumayan), datang dah ke POLRES terdekat atau yang biasa melayani pembuatan SIM. Abis itu datanglah ke klinik untuk pengecekan kesehatan (biasanya di lokasi menyediakan klinik). Disana akan di cek standar kesehatan (tapi yang paing utama tes mata). Ntar disana bayar sekitar 10ribu – 20ribu an tergantung kebijakan klinik. Tapi kalo mau tes kesehatan di luar klinik kepolisian juga boleh asal memenuhi standar. Setelah itu melakukan pembayaran pendaftaran di bank pemerintah (biasanya di area POLRES juga ada bank yang melayani pembayaran ini). Tarifnya adalah 75 ribu rupiah. Namun bayar di bank yang berada di luar POLRES juga bisa asal melayani pembayaran pendaftaran SIM (biasanya BRI). Bilang saja mau membayar pendaftaran SIM. Nah kalo sudah berbekal KTP, Surat keterangan kesehatan, dan Resi pembayaran pendaftaran, tinggal menuju loket untuk mendaftar. Isi formulir yang diberikan dan menunggu untuk tahap selanjutnya. 

 Tahap berikutnya setelah adminstrasi pendaftaras usai, yakni tes audio visual integrated system (AVIS). Tes tersebut yakni tes mengenai pengetahuan berlalulintas. Peserta akan disuguhkan aplikasi kendaraan bermotor di Jalan secara visual dan peserta dipersilahkan memencet tombol benar dan salah untuk aplikasi visual tersebut (kayak kuis siapa berani aja ya). Pertanyaan yang diajukan sebanyak 30 soal. Jika peserta menjawab tepat setidaknya 21 soal, maka dianggap lolos seleksi, namun jika kurang dari itu “sorry ente belum lulus jack”. Jika sudah melewati uji AVIS, maka tehap berikutnya adalah uji praktek. Kalau motor yang muter2 dikasih patok ga jelas itu, lalu tes di jalan raya juga. Kalo mobil biasanya disediakan mobil mini bus dari kepolisian. Tes dari parker, mundur sejauh 50m, parker dengan ada rintangan, pokoknya macem2. Naha kalo ini peserta dianggap lulus jika menyentuh patok max 3X.

Kalo uji AVIS dan uji praktek lolos semua (berarti ente huebat hehe), tinggal ngantri untuk ambil foto dan pencetakan kartu SIM dah. Nah inilah tadi pentingnya dandan, hehe. Kalo udah jadi tinggal pulang sambil melihat SIM yang terpampang foto agak kucel dengan penuh kebanggaan. Haha. Oiya ada catatan penting juga nih. Jika tes AVIS dan atau tes praktek gagal, maka dapat mengikuti tes selambat2nya 7 hari setelah tes yang pertama dilakukan. Kalo lebih dari 30 hari tidak melakukan uji ulang maka dianggap “GAGAL”. Kemudian daripada itu, jika tes AVIS dan atau praktek gagal sebanyak 3X maka juga dianggap GAGAL. Gagal yang dimaksud disini berarti peserta harus melakukan prosesi dari awal lagi… huff kesel pora?? Nah yang sedikit nyaman di telinga kita, katanya e katanya jika 3X gagal uji AVIS/praktek maka uang pendaftaran akan dikembalikan (entah uang pendaftaran yang mana). Hehe

Oke perlu saya resume proses dari awal hingga akhir:
1.   mulai
2.   Menyiapkan KTP (asli) dan surat keterangan sehat (biasanya di POLRES ada klinik yang melayani)
3.   Setor uang pendaftaran ke bank pemerintah (biasanya di POLRES ada bank yang melayani)
4.   Berbekal KTP, surat sehat, dan resi pembayaran mendaftar ke loket pendaftaran SIM (ntar diberi formulir untuk diisi)
5.   Tes AVIS
6.   Tes Praktek (kalo lulus tes AVIS)
7.   Foto dan pencetakan SIM (kolo lulus tes praktek)
8.   Rekap biaya (Surat sehat 20ribuan; pendaftaran loket 10 ribuan; pendaftaran di bank 75 ribu; asuransi 20ribuan)
9.   Selesai
Semoga berguna…

Regards,

Waw

Ilustrasi Gambar = GOOGLE

Akankah Supra X Helm In PGM FI ataupun New Jupiter FI lebih sukses dibanding Supra X PGM FI? June 12, 2012

Posted by wiwiadiwibowo in KOMPARASI, LAUNCHING, MOTOR.
2 comments
Well… Memang telah terdengar kabar bahwa salah satu gacoan Yamaha di sector MOPED alias motor bebek akan mengalami perubahan. Yup New Jupiter Z sepertinya hampir comfirmed untuk berevolusi. Perubahan utama justru terjadi pada mesin dan bukan pada body. Mesin injeksi Yamaha yang biasa kita kenal dengan sebutan YM-Jet FI yang telah diimplementasikan pada Mio-J tampaknya juga akan disematkan pada gen baru Jupiter ini. Sepertinya Yamaha memang tidak mau ketinggalan di era injeksi ini mengingat competitor walaupun belum meraup sukses di segmen ini untuk versi injeksi lewat Supra X PGM FI, namun tetap mencoba lagi pada gen yang sama yakni Supra X Hel in PGM FI yang telah rilis beberapa bulan yang lalu.
Era kesuksesan dan nama hoki Supra sepertinya membuat Honda membuat inovasi yang mengejujtkan waktu itu. Merilis raja motor bebek dengan instalasi mesin injeksi. Dan memang diluar dugaan, masyarakat belum ‘melek’ informasi tentang teknologi ramah lingkunagn ini. Akhirnya Honda pun menelan kekecewaan. Dengan semangat pantang menyerah, Honda merilis motor Supra dengan bagasi supernya menggunakan mesin injeksi. Kemudian dari pada itu, spyshoot yang bertebaran akhir2 ini bahkan membuat gonjang-ganjing didunia blogsphare otomotif memunculkan sosok motor bebek Yamaha dengan dibalut mesin YM-Jet FI. Era sekarang berbeda dengan dahulu. Masyarakat dipastikan lebih aware dengan teknologi irit mesin injeksi. Bisa saja Motor bebek injeksi akan lebih bersuara daripada dulu. Namun, sampai sekarang kita belum menemukan sosok competitor sejati Jupiter mengalami perubahan. Jawaban yang paling masuk akal adalah memang Blade baru mengalami facelift baru2 ini. Masak baru beberapa bulan mengalami facelift terus akan diperbaharui lagi dengan alasan competitor mengalami evolusi.
Entah bagaimana jikalau New Jupiter FI bener2 brojol sedangkan New Honda Blade masih menggunakan mesin karburator. Kompetisi head to head yang telah tersaji selama bertahun2 akan kah mengalami pergeseran? Apakah New Honda Blade juga akan segera mengalami pergantian mesin juga? Apakah New Jupiter FI dan Supra X Helm In PGMFI akan lebih sukses dari Supra X injeksi? Memang banyak pertanyaan yang muncul dari benak kita. Kita hanya bisa meramalkan saja dan jawaban pastinya adalah waktu yang akan menjawab nanti.
Regards,
waw

DP yang harus dibayar untuk membeli motor per tanggal 15 Juni 2012 June 6, 2012

Posted by wiwiadiwibowo in Indonesia, Kebudayaan, KOMPARASI, Marketing, MOTOR, Statistik, Tips Trik.
add a comment
Oke sodara-sodara semuanya. Posting ini masih mengenai topik dari postingan sebelumnya. Yakni masalah DP untuk membeli kendaraan bermotor secara kradit alias KKB. Kalo sebelum2nya telah sedikit saya paparkan mengenai Dampak Kebujakan baru DP, kemudian ada Surat edaran, dan juga mana yang diberlakukan antara kedua kebijakan dari BI atau KemenKeu, sekarang saya coba sedikit mengulas tentang “Berapa sih kira-kira DP yang harus dibayar untuk memiliki kendaraan bermotor khususnya roda 2?” Lha wong kebanyakan pengguna roda 2 kan tidak terlalu melek alias update info regulasi beginian. Opo kuwi… Mereka ngertinya Lha mbayare piro? (Lha Bayarnya Berapa?). Yasudah langsung saja kita mulai.

Seperti yang talah kita tahu, bahwasanya saat kita membayar DP alias uang muka kalo kebanyakan orang kita bilang. Kita bukan hanya membayar seberapa persen dari harga normal, namun lebih dari itu kita juga dibebani pembayaran yang lain seperti administrasi dan juga termasuk asuransi dari kendaraan. Namun kebijakan perusahaan pembiayaan (Leasing) dapat membebankan biaya administrasi dan asuransi pada DP maupun ditanggung sebagai angsuran tiap bulan. Lazimnya sih biaya tersebut langsung dimasukkan dalam sebuah paket berupa “DP”.

Oke. Kalo dulu bahkan sampai tanggal sekarang saya posting ini, kita dapat memboyong sebuah motor dari dealer dengan merogoh kocek tidak lebih dari 3 juta. Bahkan ada promo yang memanjakan konsumen dengan segala macam potongan DP dan angsuran sehingga kita bias numpak motor baru hanya dengan duit 500 ribu atau bahkan tanpa DP. Weleh… Tuku motor kok koyo tuku kacang godok.

Before Implementation of New Regulation DP

Nah, sekarang kita lihat kalkulasi itun-itungannya. Seperti yang telah saya jelaskan pada posting sebelumnya bahwa kedua kebijakan pemerintah itu berjalan semuanya, maka akan saya jabarkan perhitungan berapa DP yang harus dibayar untuk tiap kebijakan. Kalo dilihat dari gambar, untuk sebelum tanggal 15 Juni 2012 nanti normalnya konsumen membayar DP RP 1.750.000. Contoh tersebut saya ambil jika konsumen mau membeli motor jenis matik yang harganya Rp 13.000.000. Berarti kita membayar sekitar 13% dari harga normal.

After Implementation of New Regulation DP

Nah, dengan adanya regulasi baru tentang DP yang akan diberlakukan beberapa hari lagi, coba kita hitung. Jika harga normal Rp. 13.000.00, maka setidaknya kita membayar DP 20%nya yakni RP 2.600.000 kalo mengikuti aturan KemenKeu dan 25%nya yakni Rp 3.250.000 kalo mengikuti aturan Bank Indonesia (BI). Itu belum biaya administrasi dan asuransi. Kita asumsikan biaya asuransi adalah Rp 600.000 dan  biaya asuransi adalah 1% dari harga normal untuk tenor 1 tahun, 3,7% dari harga normal untuk tenor 2 tahun, 5,2% dari harga normal untuk tenor 3 tahun. Jika dihitung semuanya, maka didapatkan hasil yang cihuy. Kita harus membayar Rp 3.460.000 s/d Rp 3.876.000 à 27% – 30% dari harga normal (mengikuti kebijakan Kemenkeu) dan atau Rp 4.110.000 s/d Rp 4.526.000 à 32% – 35% dari harga normal (mengikuti kebijakan BI).

Yah nominal yang cukup membuat jantung berdebar jika dibandingkan dengan kondisi sebelumnya. Yang awalnya bisa member uang muka sejutaan, nah sekarang setidaknya 3,5 juta. Opo tumon?? Sudah dipastikan konsumen entry level bakalan menunda pembelian atau bahkan menanggalkan niatnya untuk meminang kuda besi dambaan hati. Namun positifnya memang dunia perkreditan akan semakin lancer dan dipastikan mengurangi angka kemacetan kredit. 

Semoga berguna…
Regards,
waw

Link Terkait :
Survey Kesadaran Masyarakat Terhadap kebijakan baru DP
Dampak Positif Kebijakan baru DP 

Dampak Negatif Kebijakan baru DP
Surat edaran
mana yang diberlakukan antara kedua kebijakan dari BI atau KemenKeu

Kebijakan DP minimal untuk kredit motor 20% atau 25% sih? June 1, 2012

Posted by wiwiadiwibowo in Indonesia, Kebudayaan, Marketing, MOBIL, MOTOR, Statistik, Tips Trik.
2 comments
Wew, Setelah posting tentang surat edaran Regulasi DP KKB (Kredit Kendaraan Bermotor) dan KPR, mungkin ada beberapa pertanyaan yang muncul. Salah satunya adalah “Kok ada 2 kebijakan yang mengatur DP minimal untuk pembelian kendaraan ataupun rumah dengan kredit to?”. So, Cekidot masbro penjelasan yang bisa sedikit saya paparkan …
 

Seperti yang telah disebutkan pada surat edaran, bahwasanya diberlakukan 2 kebijakan yakni dari Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (KemenKeu). Lho kok ada 2 kebijakan? Yang dipakai yang mana? Harap tenang para penonton… Kedua kebijakan tersebut berlaku. Lho kok bisa? Yo iso… Ini tergantung akan saham (sumber dana/modal) yang dipakai perusahaan pembiayaan untuk menjalankan usaha perkreditannya. Tentu tiap perusahaan tidak hanya mengandalkan pemegang saham perorangan sebagai modal menjalankan usahanya. Namun hutang dari Bank menjadi alternative yang amat sering dipakai untuk tambahan modal. Termasuk perusahaan yang bergerak di bidang pembiayaan pun akan cenderung seperti itu walaupun ada beberapa yang memang mutlak hanya memakai modal dari pemegang saham perorangan. Bahkan tidak sedikit perusahaan yang mengambil modal semuanya dari pinjaman Bank.
Tentu pengelolaan modal yang berasal dari sumber yang berbeda tersebut akan berbeda. Nah, disinilah kedua kebijakan dari lembaga pemerintah tersebut berjalan. Misalnya perusahaan pembiayaan A mempunyai modal dari pemegang saham dan hutang dari luar Bank sebesar 70% dari seluruh modal yang ada. Sedangkan 30% nya adalah bersumber dari penjaman Bank. So, modal yang 70% yang digunakan sebagai mobilitas perkreditan akan tunduk dan patuh dengan kebijakan KemenKeu yakni memberlakukan aturan DP minimal 20% dari harga normal sebuah motor. Dan sisanya yang 30% modal dari pinjaman bank yang digunakan untuk perkreditan akan tunduk patuh dengan kebijakan yang dikeluarkan Bank Indonesia yakni memberlakukan aturan DP (uang muka) minimal 25% dari harga OTR kendaraan roda 2.
 
Lho kok begitu to? Lha terus bagaimana seorang konsumen mendapatkan aturan DP minimal 20% dan atau 25%? Yah, itu semua adalah wewenang dari perusahaan pembiayaan. Mungkin akan dibuat kuota DP minimal 20%, kemudian jika kuota habis mau ndak mau harus menggunakan aturan DP minimal 25%. Dan ingat! Kebijakan ini bukan hanya peraturan yang untuk dilanggar, namun ada sanksi yang haruss ditanggung perusahaan jika tidak mematuhinya.
Semoga berguna…
Regards,
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.